:
News Update :
Diberdayakan oleh Blogger.

Popular posts

Blogger news

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Blogroll

.....SELAMAT DATANG DI KAMPUS STKIP-PGRI KOTA LUBUKLINGGAU........ I'm Proud TO BE A Young Muslim MENUJU KAMPUS MADANI...
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Muhasabah Harian bag.I

Penulis : SDIT AL QUDWAH on Kamis, 29 Maret 2012 | 05.18

Kamis, 29 Maret 2012



Bismillaahirrahmaanirrahiim
assalaamu'alaikum wr.wb

Umar bin Khottob berwasiat : "Hitung-hitunglah dirimu sendiri sebelum kamu dihitung, dan timbang- timbanglah dirimu terlebih dahulu sebelum kamu ditimbang, dan persiap- kanlah untuk menghadapi alam terbuka yang besar (mahsyar)."

Sesungguhnya bentuk ragam jahiliyah yang sedang dihadapi oleh seorang da'i dan muharrik dalam kehidupannya sangat banyak. Ia merasa asing ditengah-tengah kejanggalan dan keruntuhan sendi-sendi masyarakatnya. Ia merasa semua bentuk kebudayaan asing atau modern adalah menyesatkan dan menenggelamkan nilai-nilai dan akhlaq mulia, serta menyebarkan kekejian dan kehinaan di tengah-tengah masyarakat. Dengan demikian sangat dihajatkan agar dia mampu mempola jiwanya dan membentenginya dari pengaruh lain terhadap penyelewengan akhlaq. Supaya ia mampu melanjutkan perjalanan da'wah dan jihad dengan mendapat ridlo Allah SWT dan berhasil menghalau segala bentuk kejahiliyahan.

Untuk memcapai ini semua kami berpesan kepada saudara-saudaraku, baik sebagai generasi pemula atau sebagai du'at atau sebagai mas'ul atau lainnya, supaya masing-masing mempunyai janji harian untuk bermuhasabah dan membentuk syahsyiah thoyyibah mujahidah...

Muhasabah harian sekaligus merupakan janji harian adalah sebagai berikut :
1.      QIYAMUL LAIL (madrasah ruhiyah) jangan sampai anda lewatkan ! Qiyamul lail adalah sumber kekuatan iman yang tak terbandingkan. Inilah sebenarnya rahasia firman Allah yang menyebutkan :
"Sesungguhnya bangun diwaktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyu') dan bacaan di waktu malam itu lebih berkesan. " (QS Al Muzammil 6)

Apakah anda selalu menyempatkan diri untuk bangun malam meskipun hanya sebentar? sebagai amal tambahan buat anda, niscaya Allah akan mengangkat anda ketempat yang terpuji. Ataukah anda termasuk orang-orang yang tidur nyenyak lagi lalai? Bukankah saat-saat itu Robbmu turun pada sepertiga akhir malam? Bukankah Dia telah berfirman : "Tidak ada hamba yang memohon ampun (pada saat itu) melainkan Aku mengampuninya, seorang hamba yang berdoa melainkan Aku menjawabnya, Dan hamba yang meminta kepada Ku melainkan Aku memberinya. " Kemudian dimanakah anda hai saudaraku? Apakah anda termasuk hamba- hamba yang disifati oleh Allah dalam firman-Nya : " Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya(mengerjakan shalat malam)." (QS As Sajdah 16) "Mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam dan diakhir-akhir malam (waktu sahur) mereka memohon ampun kepada Allah." (QS Adz Dzariyat 17-18) "Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung ataukah orang yang beribadah di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (adzab) akhirat dan mengharapkan rahmat Robbnya ? katakanlah "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui? Sesungguhnya orang-orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran." (QS Az Zummar 9 )

 Imam Thobrani meriwayatkan dalam Al Kabir dari Salman Al Farisi ra, ia berkata : Rosulullah SAW bersabda : "Hendaklah kamu selalu mengerjakan shalat malam, sebab shalat malam itu adalah kebiasaan orang-orang shalih sebelummu, yang dapat mendekatkan dirimu dengan Robbmu, yang dapat menghapuskan kesalahan- kesalanmu, dan benteng dari dosa serta menolak masuknya penyakit kedalam badan." wassalaamu'alaikum wr.wb -rieff- [diambil dari NI] -insya ALlah bersambung- Diambil dari buku : "10 Muhasabah Harian" penulis : Fathi Yakan Syaikh Kholid Ahmad Ash Syantuh 




komentar | | Read More...

Ketika Rasa Malu Tak Lagi Bersamayan di Hati Aktivis

Penulis : SDIT AL QUDWAH on Minggu, 26 Februari 2012 | 00.11

Minggu, 26 Februari 2012

Baca Dengan Seksama..( DI Copy dari seorang rekan, bukan bermaksud menggurui. hanya ingin berbagi, karena ana yg meng tag ini belum sepenuhnya bersih dari hal2 yang akan di bahas di bawah ini. masih perlu banyak belajar dan pembeljaran. Bisa jadi, Mungkin antum yang membaca jauh lbh memahami dibanding ana. Tapi dengan harapan, kita bersama2 menguatkan kembali barisan dakwah ini, sehingga keberkahan dakwah akan sampai ke jama'ah kita). dan tentunya, HARAPAN BESAR, Terlahir GENERASI2 MUDA Islam yang MANDIRI dan TANGGUH.  amiin. Semoga BERMANFAAT...

Ketika Rasa Malu Tak Lagi Bersamayan di Hati Aktivis

Maka Tunggulah sampai Allah akan mendatangkan keputusannya
ainicahayamata.wordpress.com


            Rasanya baru kemarin aku bergabung dengan jamaah ini. Sebuah waktu yang singkat menurut ukuran sebuah peradaban. Namun waktu yang singkat itu telah membuatku begitu jatuh cinta dengan jamaah ini. Jatuh cinta dengan bagaimana jamaah membina diri ini. Jatuh cinta bagaimana jamaah ini mengajarkan sebuah ikatan yang tak bisa tergantikan dengan apapun, yaitu ukhuwah Islamiyah. Akun jatuh cinta pula karna kebaikan akhlak setiap aktifisnya.


            Aku jatuh cinta dengan wajahnya yang senantiasa bercahaya karena air wudhu, lisannya yang terjaga dengan tilawah dan keningnya yang berbekas karena lamanya ia sujud. Sungguh aku jatuh cinta dengan jamaah ini. Cinta yang sulit untuk aku ungkapkan namun senantiasa aku rasakan. Cinta yang sampai saat ini membuatku bisa bertahan didakwah ini.


            Kini setelah beberapa generasi dakwah ini berkembang, begitu banyak ujian yang harus kami hadapi. Tak terkecuali sebuah lahan dakwah yang membesarkanku sampai saat ini. Lahan dakwah yang menjadi pengkaderan utama jamaah ini. Lahan dakwah yang menjadi cerminan kebelanjutan dakwah ini. Dengan lantang aku mengatakann ITULAH KITA ! aktifis dakwah kampus.


            Sebuah miniatur negara, dimana kita ADK dibina untuk belajar mengelolanya untuk dijadikan miniatur sebuah peradaban. Sebuah miniatur peradaban yang nantinya akan menjadi prototipe peradaban Indonesaia bahkan dunia. Disana kita diajarkan bagaimana mengelola masjid kampus sebagai pusat peradaban. Kita diajarkan mengelola Lembaga dakwah kampus di tingkat fakultas dan universitas sebagai wasilah membumikan kalimat, “la illaha illah”, tiada tuhan selain Allah , “wasshadualla muhammadarrasulullah”, dan Muhammad adalah Rasul Allah. Disana kita juga diajarkan mengelola lembaga penelitian, ekonomi dan politik untuk mendukung dan membelajarkan kita sebagai bekal dakwah disemua apek kehidupan.


Tahun 1998 mungkin bisa dikatakan momentuk titik balik dakwah kita setelah 32 tahun lebih kita dikekang oleh pemerintahan yang otoriter. Dari tahun ketahun dakwah kampus semakin berkembang dan mulai menunjukan pengaruhnya di masyarakat luas. Memberikan solusi di masyarakat dan mencoba melakukan sesuatu yang real untuk mereka.


            Namun seiring luasnya segmentasi dakwah yang kita garap. Mulai muncul permasalah baru di internal ADK. Intensitas aktifitas dilapangan yang semakin padat menuntut mereka harus banyak berjibaku di luar. Dari pagi sampai sore mereka di sibukkan dengan kegiatan berbagai macam oraganisasi kampus. Sementara di sisi lain mereka tidak sempat mencarge ruhinya mereka, sehingga dari situlah naluriah manusianya mulai muncul. Seorang ADK merasa ingin diperhatikan oleh sesama ADK, bahkan yang lebih ekstrim seorang ADK ingin di perhatikan oleh lawan jenisnya.


            Dari situlah kultur kita mulai tereduksi. Budaya tilawah, budaya shalat sunah, budaya membaca dan lain-lain perlahan mulai hilang dari peredaran. Topik-topik diskusi antar mereka pun sudah berubah menjadi topik ikhwan dan akhwat galau yang membutuhkan perhatian lawan jenis dan merindukan pernikahan akan tetapi mereka belum mampu melakukannya.


            Penulis memahami bahwa kondisi itulah yang akhirnya memicu masalah baru dikalangan ADK. Rasa perhatian antar ikhwan dan akhwat yang berlebihan dengan tidak diimbangi oleh amalan yaumiah yang kuat jelas akan menimbulkan kemaksiatan baru. Maka tak heran mulai muncul  cinta bersemi sesama aktifis, atapun para ADK yang menikah keluar dari koridor syar’i.

            Penulis ingin menempatkan bahwa permasalahan ini adalah permasalahan komplek dan mengatasinya pun harus dari semua sisi. Secara fundamental, akar dari permasalahan ini bersumber dari pemahaman ADK yang belum mantap pada sisi keimanan. Penulis berani mengatakan para ADK yang bermasalah berarti Iman mereka bermasalah dan ilmu aqidahnya belum lulus. Karena Allah menggambarkan Iman itu dengan Al-haya (rasa malu). Keduanya merupakan kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Ketika salah satunya hilang, maka yang lain pun ikut hilang. Sebagaimana sabda Rasululloh SAW, “Malu dan iman saling berpasangan. Bila salah satunya hilang, maka yang lain turut hilang.” (HR Hakim dalam kitab Al-Mustadrak).


            Para ADK yang melakukan penyimpangan cinta dari kaidah syar’i berarti rasa malunya mulai hilang dan imanya pun bermasalah. Mereka lebih memilih terbuai syahwat lawan jenis dari pada malu kepada Rabbnya. Dalam tataran pemberian pemahaman al haya ini dibutuhkan peran Murrabi dan tasqif untuk memperbaiki aqidah mereka. Diperlukan sebuah gerakan masal untuk mengimbangi tema-tema kajian yang bersifat praktis dengan kajian Aqidah yang berifat Ideologis. Dari situlah jamaah ini akan terjaga, tanpa ada pemahaman aqidah yang kokoh dikalangan ADK, maka jamaah ini tinggal menunggu waktu kehancurannya.


Dari sisi psikologi, penulis memang mengamati benar masalah ini. Pada usia-usia ADK saat ini kebanyakan masa Puber itu terjadi. Masa dimana keinginan untuk diperhatikan lawan jenis mulai tumbuh. Masa dimana ketertarikan antar lawan jenis mulai muncul. Kondisi ini juga secara langsung telah berpengaruh terhadap permasalahan cinta para ADK. Di sinilah peran murabbi dan orang-orang disekitar kita yang berkewajiban untuk saling mengingatkan.


Kalau memang saat itu seorang kader belum mampu untuk menikah, usahakan jauhkan seorang kader dari topik-topik tentang munakahat. Karena ketika ada asupan tentang indahnya sebuah pernikahan, sementara seorang ADK saat itu juga ingin segera menikah akan tetapi kondisinya yang belum mendukung, hal itu akan membuat mereka mencari jalan pintas untuk mendapatkan perhatian layaknya seorang pacar atau suami istri dari alawan jenis. Sehingga begitu penting orang-orang disekitar mereka yang bermasalah untuk mengkondisikan.


Dalam tahapan ini kita sudah masuk pada tataran metodologi. Bagaimana kemudian kita menyampaikan sebuah konsep cinta dalam islam kepada para ADK yang sedang melakukan peyimpangan cinta itu sendiri. Dalam tataran metodolis ini kita sering terjebak pada standarisasi yang kita gunakan. Kita sering kali menggunakan standarisasi rasa dari pada standarisai keimanan, sehingga terkadang kita merasa kasihan untuk mengingatkan atapun takut ia tersinggung dan marah.


Ketika kita menghadapi masalah ini dengan standarisai rasa, pasti ujung-ujungnya permasalahan ini tidak akan selesai. Justru akan muncul fitnah semakin luas. Sehingga standarisasi yang harusnya kita gunakan adalah standarisasi keimanan. Sahabat-sahabat semua mungkin pernah mendengar kisah salah seorang sahabat nabi yang dihukum tidak diajak berkomunikasi selama 40 hari karena tidak ikut berperang tanpa alasan syar’i. Kasus ini mengajarkan kepada kita bahwa ketika Rasulullah menggunakan standarisasi rasa mungkin beliau tidak akan tega memberikan hukuman itu  dan hasilnya pun tidak seefektif ketika beliau menggunakan standarisasi keimanan.


Demikian pula dengan kasus ADK yang bermasalah ini, struktur ataupun rekan-rekan terdekatnya bisa menggunakan cara yng dilakukan Rasulullah SAW. Sehingga nanti akan terlihat, mana orang-orang yang benar-benar berdakwah karena Allah atau mana yang hanya ingin mencari keuntungan dunia semata termasuk salah satunya pendamping hidup. Lagi-lagi jangan pernah khawatir mereka akan marah dan keluar dari jamaah ini. Kalau memang mereka orang baik, pasti bisa ingatkan dan sama-sama memperbaiki diri. Akan tetapi kalau itu tidak bisa ya biarlah dia pergi dari jamaah ini.


Kita tidak butuh mental-mental kader seperti itu. Kita tidak butuh orang-orang seperti muhajir ummu khais yang berhijrah karena ingin menikahi Ummu Khais pada masa Rasulullah SAW. Keberadaan mereka yang ada hanya akan merusak yang mengurangi keberkahan dakwah yang kita lakukan. Kalau dalam sisi ini kita tidak tegas justru jamaah ini yang akan hancur. Biarlah Allah yang menilai dan memberikan keputusan terbaik bagi mereka yang tidak bisa kita ingatkan.


Dari kacamata interaksi sosial antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya, penulis melihat sesungguhnya ukhuwah islamiyah antar ADK adalah sebuah ikatan yang bisa mencegah dan menyelesaikan masalah ini. Sesungguhnya kalau kita sesama ADK bisa benar-benar memahami apa itu ukhuwah mulai dari ta’aruf, tafahum, ta’awun dan takaful serta konsekwensi yang ada di dalamnya, maka kita bisa menjaga saudara-saudara kita dari penyimpangan. Karena secara tidak langsung para ADK mendapatkan rasa kasih sayang yang dirindukan itu dari rekan-rekannya secara proporsional.


Dari kacamata payung hukum yang sifatnya praktis, penulis menilai bahwa aturan jam malam akhwat, adanya hijab ketika ada agenda, tidak boleh berdiskusi dengan topik lawan jenis, ghadul bashar dll, sebetulnya bisa juga menjadi upaya pencegahan dan penyelesaian masalah ini. Sehingga dibutuhkan intrumen dan sarana untuk membumikan aturan-aturan itu. Penulis melihat peran strategis ini bisa diambil alih oleh takmir sebagai pusat kegiatan ADK dan SKI, sehingga dibutuhkan orang-orang kuat secara fikrah dan amalan yaumiahnya di sana. Kalau orang-orang yang berada di dua wasilah ini masih celelean, ya sudah dampaknya aturan-aturan itu tidak akan ditaati.


Terakhir, sekaligus merangkum apa yang penulis sampaikan diatas untuk menyelesaikan permasalahan ini kita harus membangun kembali kultur yang lebih ketat tapi moderat. Kita kembali pada orientasi awal jamaah ini dibentuk dan mengunakan semua manhaj-manhaj gerakan kita secara menyeluruh. Kultur inilah yang akan mencegah dan menyelesaikan permasalahan itu dan akan menjadi intrumen efektif menjaga keberlangsungan dakwah kita.


Kembali gemakan kultur tilawah diantara kader, membina, dhuha, tahajud dan lai-lain. Agar setiap lokus diskusi itu tidak lagi membicarakan cinta bersemi antara ikhwan dan akhwat akan tetapi kebaikan dan kebaikan yang terus kita dengungkan. Berapa tilawah antum hari ini? Sudah shalat dhuha akhi? Tadi malam Qiyamul’lail berapa rakaat? Hafalan antum sekarang sampai jus berapa? Sudah baca buku ini? Sudah berapa binaan antum?
Tema-tema diskusi semacam ini, secara tidak langsung akan mengurangi intensitas kita berkomunikasi dengan lawan jenis dan lebih fokus melakukan perbaikan diri. Kader akan berfikir besar bagaimana memikirkan tantangan dakwah kedepan dan upaya memenangkanya sembari mengupgrade terus kapasitas keilmuan dan amalan yaumiahnya. Mereka tidak lagi memikirkan perkara remeh temeh yang akan menegelamkan diri mereka sendiri dari peredaran dakwah.


Sahabat-sahabat semuanya, saya begitu takut ketika membaca ayat ini: “Dan jika Kami hendak membina-sakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya” (QS.Al Israa’: 16).


Ayat diatas menjelaskan konteks pergantian sebuah kelompok masyarakat yang zalim dengan masyarakat baru yang lebih baik. Allah SWT akan menghancurkan suatu bangsa jika elit-elit atau pembesar masyarakat pada suatu bangsa itu melupakan Allah SWT. Mereka meninggalkan aturan agama, dan membuat kerusakan di bumi.
Puncak dari semua masalah yang dapat menghancurkan peradaban suatu bangsa adalah kehancuran iman dan akhlaq. Apabila iman kepada Allah SWT sudah rusak, secara otomatis pula akan terjadi pembangkangan terhadap aturan-aturan Allah SWT. Nabi SAW bersabda : “Apabila perzinaan dan riba sudah melanda suatu negeri, penduduk negeri itu telah menghalalkannya, dan turun-lah azab Allah atas mereka” (HR.Thabrani).


Dalam sejarah manusia, berbagai kehancuran peradaban di muka bumi sudah begitu banyak terjadi, dan Allah SWT menganjurkan kaum Muslimin agar mengambil pelajaran dari peristiwa tersebut. Sebagai contoh, Kaum Ad telah dihancurkan oleh Allah SWT karena mereka berlaku sombong, takabur, merasa paling berkuasa dan kuat. (baca QS.Fushshilat : 15). Begitu juga kehancuran yang menimpa Fir’aun, Namrudz, dan beberapa bangsa lainnya yang dikisahkan dalam Al Qur’an. Semuanya tidak lepas darj perilaku kaum itu yang menganggap remeh atas aturan Allah SWT dan hidup sewenang-wenang dengan kesombongan.
Dalam kontek kejamaahan, kita juga bisa mengambil ibrah dari konsep pergantian kaum diatas. Ketika kita saat ini tidak mampu mengedalikan bahtera kita di medan juang maka kita akan terlempar dari lahan dakwah. Ketika kita tidak mampu menjaga manhaj dan melakukan proses taurits yang maksimal maka kehancuran kita tinggal menunggu waktu saja. Ketika kita tidak tegas terhadap segala penyimpangan yang dilakukan oleh kader-kader kita, maka tunggu saja justru kita yang akan hancur dengan sendirinya.


Ketika kebanyakan kader sudah terbuai dengan kenikmatan dunia, salah satunya adalah sahwat lawan jenis maka TUNGGULAH Allah akan memberikan keputusanya. Entah dengan mengurangi keberkahan setiap pernikahan yang dilakukan melanggar syariat. Mungkin mereka akan melahirkan anak-anak yang nakal sulit diatur, anak yang bodoh-bodoh, pertengkaran dalam rumah tangga, rizky yang tidak barokah, sampai mereka tidak diterima di masyrakat dan hina di mata Allah.
Entah dengan mengazab langsung setiap ikhwan maupun akhwat yang melakukan pelanggaran syariat dengan berpacaran kita juga tak pernah tahu. Mungkin dengan penyakit kelamin, mungkin dengan tidak dianugrahi keturunan, mungkin akan disempitkan rizkynya kita juga tak pernah tahu. Maka tunggulah keputusan Allah pasti nyata. Kalau sudah seperti itu, janganlah kau salahkan murabbi dan saudara-saudara antum yang sudah mengingatkan. Tapi salahkan diri antum yang terlampau SOMBONG menerima kebenaran.
.....
Saudaraku, diri ini sadar bukan orang yang shalih dan luas ilmu
Diri ini mungkin lebih hina dibanding antum di mata Allah SWT
Mungkin Allah SWT lebih mencintai antum dari pada diri ini
Mungkin pula derajat antum lebih mulia di sisi-Nya
......
Aku tak tahu seberapa panjang rakaatmu disetiap sepertiga malam
Aku juga tak pernah tahu berapa banyak kau baca ayat-ayat cinta Rabbmu
Aku pun tak tahu sudah berapa banyak orang yang antum bina
Aku pun tak pernah tahu seberapa sering kau kerumah-Nya
......
Aku hanya bisa berharap,
Kebaikan yang engkau lakukan aku pun turut melakukan
Keburukan yang tidak antum lakukan aku pun terhindarkan
Setiap seruan yang kau ikuti, akupun turut membersamai
......
Saudaraku, jadilah jika ada kahwat yang menggodamu
Jadilah seperti Yusuf yang takut akan azab tuhannya
Saudariku, jika ada ikhwan yang menggodamu
Jadilah seperti Aisyah yang senantiasa menjaga kehormatannya
.......
Jika sudah seperti itu,
Maka tunggulah bagi para ikhwan bidadari yang akan disandingkan denganmu
Jika sudah seperti itu
Maka tunggulah bagi para akhwat pangeran berkuda putih yang akan menjemputmu
......
Saudaraku yang aku cintai karena ikatan keimanan ini
Tak ada manusia yang luput dari salah
Begitu pula aku mungkin lebih banyak salah dari pada benarnya
Lebih banyak mengeluh dari pada amalanya
Lebih banyak mencaci dari pada menasehati
.......
Maka bari kita berbenah
Mari kita bermuhasabah
Menyadari setiap salah
Agar dosa tak semakin bertambah
komentar | | Read More...

VALENTINE Oh VALENTINE...??

Penulis : SDIT AL QUDWAH on Jumat, 10 Februari 2012 | 23.00

Jumat, 10 Februari 2012

Valentine Menurut Islam - Waktu terus bergulir tak terasa kini kita sudah berada di tahun 2012. Tahun yang katanya akan terjadi kiamat ramalan 2012 tersebut diprediksi oleh suka maya. Benar atau tidaknya ramalan tersebut hanya Allah yang tahu, karena dia yang menciptakan bumi ini beserta seluruh isinya.

Nah diawal tahun tepatnya dibulan kedua masehi : Ferbruari ada sebuah tanggal yang katanya hari kasih sayang atau hari valentine. Hari dimana sebagian manusia bumi ini merayakannya dengan suka cita. Namun tahukan anda sejarah valentine dan pandangan valentine menurut islam?

Dibawah ini ada kutipan yang membahas mengenai hari valentine menurut islam atau sudut pandang islam tentang valentine days

Oleh kerana itu Islam amat melarang kepercayaan yang membonceng(mendorong/mengikut) kepada suatu kepercayaan lain atau dalam Islam disebut Taqlid.

Hadis Rasulullah s.a.w:“ Barang siapa yang meniru atau mengikuti suatu kaum (agama) maka dia termasuk kaum (agama) itu”.
Firman Allah s.w.t. dalam Surah AL Imran (keluarga Imran) ayat 85 :“Barangsiapa yang mencari agama selain agama Islam, maka sekali-sekali tidaklah diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”.


Valentine Menurut Islam


HAL-HAL YANG HARUS DIBERI PERHATIAN:-

Dalam masalah Valentine itu perlu difahami secara mendalam terutama dari kaca mata agama kerana kehidupan kita tidak dapat lari atau lepas dari agama (Islam) sebagai pandangan hidup. Berikut ini beberapa hal yang harus difahami di dalam masalah 'Valentine Day'.


1. PRINSIP / DASAR
Valentine Day adalah suatu perayaan yang berdasarkan kepada pesta jamuan 'supercalis' bangsa Romawi kuno di mana setelah mereka masuk Agama Nasrani (kristian), maka berubah menjadi 'acara keagamaan' yang dikaitkan dengan kematian St. Valentine.


2. SUMBER ASASI
Valentine jelas-jelas bukan bersumber dari Islam, melainkan bersumber dari rekaan fikiran manusia yang diteruskan oleh pihak gereja. Oleh kerana itu lah , berpegang kepada akal rasional manusia semata-mata, tetapi jika tidak berdasarkan kepada Islam(Allah), maka ia akan tertolak.

Firman Allah swt dalam Surah Al Baqarah ayat 120 :“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka.

Katakanlah : “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemahuan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”.


3. TUJUAN
Tujuan mencipta dan mengungkapkan rasa kasih sayang di persada bumi adalah baik. Tetapi bukan seminit untuk sehari dan sehari untuk setahun. Dan bukan pula bererti kita harus berkiblat kepada Valentine seolah-olah meninggikan ajaran lain di atas Islam. Islam diutuskan kepada umatnya dengan memerintahkan umatnya untuk berkasih sayang dan menjalinkan persaudaraan yang abadi di bawah naungan Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Bahkan Rasulullah s.a.w. bersabda :“Tidak beriman salah seorang di antara kamu sehingga ia cinta kepada saudaranya seperti cintanya kepada diri sendiri”.


4. OPERASIONAL
Pada umumnya acara Valentine Day diadakan dalam bentuk pesta pora dan huru-hara.
Perhatikanlah firman Allah s.w.t.:“Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaithon dan syaithon itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya”. (Surah Al Isra : 27)

Surah Al-Anfal ayat 63 yang berbunyi : “…walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia (Allah) Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.


Sudah jelas ! Apapun alasannya, kita tidak dapat menerima kebudayaan import dari luar yang nyata-nyata bertentangan dengan keyakinan (akidah) kita. Janganlah kita mengotori akidah kita dengan dalih toleransi dan setia kawan. Kerana kalau dikata toleransi, Islamlah yang paling toleransi di dunia.


Sudah berapa jauhkah kita mengayunkan langkah mengelu-elukan(memuja-muja) Valentine Day ? Sudah semestinya kita menyedari sejak dini(saat ini), agar jangan sampai terperosok lebih jauh lagi. Tidak perlu kita irihati dan cemburu dengan upacara dan bentuk kasih sayang agama lain. Bukankah Allah itu Ar Rahman dan Ar Rohim. Bukan hanya sehari untuk setahun. Dan bukan pula dibungkus dengan hawa nafsu. Tetapi yang jelas kasih sayang di dalam Islam lebih luas dari semua itu. Bahkan Islam itu merupakan 'alternatif' terakhir setelah manusia gagal dengan sistem-sistem lain.


Lihatlah kebangkitan Islam!!! Lihatlah kerosakan-kerosakan yang ditampilkan oleh peradaban Barat baik dalam media massa, televisyen dan sebagainya. Karena sebenarnya Barat hanya mengenali perkara atau urusan yang bersifat materi. Hati mereka kosong dan mereka bagaikan 'robot' yang bernyawa.


MARI ISTIQOMAH (BERPEGANG TEGUH)
Perhatikanlah Firman Allah :
“…dan sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu, sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk golongan orang-orang yang zalim”.


Semoga Allah memberikan kepada kita hidayahNya dan ketetapan hati untuk dapat istiqomah dengan Islam sehingga hati kita menerima kebenaran serta menjalankan ajarannya.

Tujuan dari semua itu adalah agar diri kita selalu taat sehingga dengan izin Allah s.w.t. kita dapat berjumpa dengan para Nabi baik Nabi Adam sampai Nabi Muhammad s.a.w.

Firman Allah s.w.t.:
“Barangsiapa yang taat kepada Allah dan RasulNya maka dia akan bersama orang-orang yang diberi nikmat dari golongan Nabi-Nabi, para shiddiq (benar imannya), syuhada, sholihin (orang-orang sholih), mereka itulah sebaik-baik teman”.


Berkata Peguam Zulkifli Nordin (peguam di Malaysia) di dalam kaset 'MURTAD' yang mafhumnya :-

"VALENTINE" adalah nama seorang paderi. Namanya Pedro St. Valentino. 14 Februari 1492 adalah hari kejatuhan Kerajaan Islam Sepanyol. Paderi ini umumkan atau isytiharkan hari tersebut sebagai hari 'kasih sayang' kerana pada nya Islam adalah ZALIM!!! Tumbangnya Kerajaan Islam Sepanyol dirayakan sebagai Hari Valentine. Semoga Anda Semua Ambil Pengajaran!!! Jadi.. mengapa kita ingin menyambut Hari Valentine ini kerana hari itu adalah hari jatuhnya kerajaan Islam kita di Sepanyol..

Demikianlah sudut pandang islam menanggapi valentine menurut islam, semoga kita sebagai muslim dapat mengambil kesimpulan dari pembahasan diatas. Amiiin...

Itulah Sekilas Info, Semoga Bermanfaat..!!
Afwan atas kesalahan dalam redaksi kata-kata, Wallahualambishshowab...
komentar | | Read More...

SAHABAT SANG NURANI

Penulis : SDIT AL QUDWAH on Minggu, 05 Februari 2012 | 21.57

Minggu, 05 Februari 2012

satu saat, kuminta nasehat pada seorang sahabat
aku merasa tak layak ukh/akh, katanya

aku tersenyum dan berkata
jika tiap kesalahan kita dipertimbangkan
sungguh di dunia ii tak ada lagi
orang yang layak memberi nasehat

memang merupakan kesalahan
jika kita terus saja saling menasehati
tapi dalam diri tak ada hasrat untuk berbenah
dan menjadi lebih baik lagi ditiap bilangan hari

tapi adalah kesalahan juga
jika dalam ukhuwah tak ada saling menasehati
hanya karena kita berselimut baik sangka kepada saudara

dan adalah kesalahan terbesar
jika kita enggan saling menasehati
hanya agar kita sendiri tetap
merasa nyaman berkawan kesalahan

Subhanallah... di jalan cinta para pejuang
nasehat adalah ketulusan
kawan sejati bagi nurani
menjaga cinta dalam ridha-Nya...

Bersabarlah..
Bersyukurlah..
Karena diantara potensi kebaikan dan keburukan yang ada dalam diri
Hanya kita sendiri yang akan memiih diantaranya..
Oleh karena itu, hindarkan perkataan bahwa Allah tidak adil...


++SALIM A. FILLAH++
komentar | | Read More...

KEHIDUPAN ITU IBARAT SEMUT, LABA-LABA DAN LEBAH

Penulis : SDIT AL QUDWAH on Minggu, 15 Januari 2012 | 02.30

Minggu, 15 Januari 2012


Tiga binatang kecil ini menjadi nama dari tiga surah di dalam Al-Qur'an. An Naml [semut], Al 'Ankabuut [laba-laba], dan An Nahl [lebah].
Semut, menghimpun makanan sedikit demi sedikit tanpa berhenti. Konon, binatang ini dapat menghimpun makanan untuk bertahun-tahun. Padahal usianya tidak lebih dari setahun. Ketamakannya sedemikian besar sehingga ia berusaha - dan seringkali berhasil memikul sesuatu yang lebih besar dari tubuhnya.
Lain lagi uraian Al-Qur'an tentang laba-laba. Sarangnya adalah tempat yang paling rapuh [ Al 'Ankabuut; 29:41], ia bukan tempat yang aman, apapun yang berlindung di sana akan binasa. Bahkan jantannya disergapnya untuk dihabisi oleh betinanya. Telur-telurnya yang menetas saling berdesakan hingga dapat saling memusnahkan. Inilah gambaran yang mengerikan dari kehidupan sejenis binatang.
komentar | | Read More...
 
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Copyright © 2011. LDK - KEMAS . All Rights Reserved.
Design Template by panjz-online | Support by creating website | Powered by Blogger